penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul "Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Air Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) secara Spektrofotometri UV-Vis". Karya Tulis Ilmiah ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan program Pendidikan DIII Farmasi di STIKES Nasional Surakarta. Salah satu tumbuhan di Indonesia yang dapat dimanfaatkan baik sebagai bahan makanan maupun obat-obatan ialah tanaman kelor (Moringa oleifera L.). Kelor termasuk ke dalam familia Moringaceae dan memiliki banyak sebutan, seperti kelor, kerol, marangghi, moltong, kelo, keloro, kawano, dan ongge. a. Mengidentifikasi bagaimana kandungan gizi daun kelor sebagai bahan makanan tambahan (PMT) balita. b. Menganalisis bentuk-bentuk pengolahan daun kelor sebagai PMT balita. c. Mengetahui efektifitas daun kelor dalam pemenuhan masalah gizi pada balita. Saran kepada para ibu menyusui tentang upaya meningkatkan produksi ASI melalui konsumsi ekstrak daun kelor, menambah informasi dan pengetahuan serta dapat juga dengan cara mengkonsumsi ekstrak daun kelor sebagai sayur bening, urap sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI secara eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. References Oleh karena itu daun kelor (Moringa oleifera Lam.) sebagai sumberdaya tumbuhan yang cukup mudah dijumpai di wilayah ini dapat menjadi bahan baku produk inovasi dalam pencegahan stunting dan pemenuhan gizi ibu hamil dan anak-anak. Daun kelor yang diolah menjadi es krim mengandung zat gizi yang tinggi, terutama protein dan kalsium. Judul : Uji Aktivitas Antiinflamasi pada Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dengan Metode Stabilisasi Membran Sel Darah Merah. Kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Analisis fitokimia ekstrak tanaman kelor mengungkapkan .

karya tulis ilmiah tentang daun kelor